REFERENSI HIDUP: ANTARA PEMUDA, SEJARAH, DAN BUDAYA LITERASI

“Bukanlah disebut pemuda

Ia yang berkata inilah ayahku

Tetapi adalah pemuda

Ia yang berkata, inilah diriku”

(‘Ali bin Abi Thalib, ra)

Sejenak, marilah kita tinggalkan panggung politik dan segala kekisruannya. Sebuah panggung yang selalu saja menghembuskan perbedaan pendapat dan membuat keujujuran seakan sulit diungkapkan. Panggung yang sebagian orang mengatakan bahwa tak ada teman sejati dan musuh sejati dalam panggung tersebut, yang ada hanya sebuah pertalian karena berisi ikatan kepentingan. Panggung sandiwara yang sebagian rakyat menaruh harapan di hati dan lidah mereka sebagai pemain di panggung politik tersebut. Takkah pernah terlintas di pikiran kita mengenai kondisi pemuda saat ini yang seakan hilang dari kamus kehidupan karena sapuan banjir serta harus deras aliran politik? Lalu, mengapa kita harus mencurahkan sebagian perhatian kita kepada pemuda dalam kondisi saat ini (selain politik dan segala kekisruannya)? Continue reading

Advertisements