Contoh Karya Tulis Program Kreatifitas Mahasiswa (Kewirausahaan-PKMK): “Kanse Ogi”

RINGKASAN

Kanse ogi (kanre santang ala bugis) adalah makanan khas bugis yang berada di Sulawesi Selatan. Ide usaha ini muncul karena masyarakat Makassar tidak melihat peluang untuk menjadi kanse ini sebagai peluang usaha yang menghasilkan profit yang besar. Oleh karena itu, proses pengolahan beras menjadi produk seperti kanse yang cukup sederhana kami tangkap sebagi potensi peluang usaha yang benilai profit tinggi sekaligus sebagai industri rumah tangga yang memiliki nilai gizi tinggi. Ada empat tahap dalam melaksanakan ide usaha ini yaitu: tahap persiapan; promosi usaha; pelaksanaan usaha; dan penyusunan laporan. Melihat presentase kelayakan usaha, maka usaha Kanse Ogi ini layak untuk dijalankan.

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia terkenal dengan kekhasan dan keanekaragaman adat istiadat, kebudayaan, kepercayaan sampai pada keberagaman makanan dari setiap daerah. Demikian halnya dengan Sulawesi Selatan yang memiliki empat macam suku yaitu Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja. Keempat suku daerah tersebut memiliki makanan khasnya masing-masing. Suku Bugis merupakan salah satu suku yang mayoritas mendiami Sulawesi Selatan. Masyarakat Bugis tersebar hampir di seluruh Daerah Sulawesi Selatan, di antaranya yaitu: Bone, Soppeng, Wajo, Barru, Pinrang, Parepare, Makassar, Sinjai, Bulukuba, Pangkep, Maros, dan daerah lainnya.

Makanan khas Bugis biasanya disediakan pada acara-acara adat seperti pernikahan, selamatan, pesta rakyat, dan acara-acara adat lainnya. Makanan khas bugis banyak terbuat dari beras. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat Bugis bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu makanan khas dengan bahan dasar beras tersebut yaitu kanre santang (makanan yang terbuat dari santan) yang disingkat dengan sebutan kanse.

Kanse yang memiliki bahan dasar beras ditanam setiap musimnya sehingga selalu tersedia sepanjang tahun. Padi yang merupakan cikal bakal beras pada umumnya ditanam dua kali dalam setahun bahkan dibeberapa daerah seperti sebagian daerah di Sulawesi Selatan bisa menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun seperti daerah Bulukumba dan Bantaeng. Jika padi telah ditanam atau diusahakan masyarakat setempat, ini berarti padi mampu memberi peluang berusaha, dapat dilakukan, dan diterima oleh masyarakat setempat sehingga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta pengembangan industri-industri kecil dan menengah. Beras berperan penting dalam perekonomian nasional dengan berkembangnya industri pangan yang ditunjang oleh teknologi budidaya dan varietas unggul. Salah satunya adalah makanan khas ala bugis bernama kanse .

Kanse merupakan nasi yang dicampur dengan air santan dan garam serta dihidangkan dengan aneka lauk pauk yang tersedia. Campuran santan inilah yang membedakannya dengan makanan yang lainnya. Kanse biasanya disajikan dengan bale cakalang jenno (ikan goring cakalang) dan atau nasu pelekko (daging bebek yang diiris kecil-kecil). Selain itu, disamping rasanya yang enak kanse juga memiliki nilai gizi yang tinggi baik dalam bahan dasarnya maupun lauk pauk yang mengirinya. Nilai gizi tersebut di antaranya: protein, vitamin, mineral, dan air yang terdapat pada bahan utamanya. Begitu pun dengan nilai gizi yang terdapat pada lauk yang mengirinya.

Di sisi lain, Kanse dengan rasanya yang nikmat itu—sanyangnya—tidak ditangkap sebagai peluang usaha oleh masyarakat Makassar. Padahal, apabila kanse diolah dan dipasarkan dengan baik maka kanse akan sangat laris dan menghasilkan profit yang besar di Makassar. Oleh karena itu, proses pengolahan beras menjadi produk seperti kanse yang cukup sederhana kami tangkap sebagi potensi peluang usaha sekaligus sebagai industri rumah tangga. Mutu kanse yang baik dapat meningkatkan nilai jual dan memperluas target pemasaran,

B. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah yakni:

  1.  Bagaimanakah proses pembuatan Kanse Ala Ogi sebagai makanan khas ala Bugis?
  2. Bagaimana prospek pemasaran Kanse Ala Ogi?
  3. Bagaimana presentase kelayakan Kanse Ala Ogi sebagai makanan khas ala Bugis?

C. Tujuan Program

  1. Untuk mengetahui proses pembuatan Kanse Ala Ogi sebagai makanan khas ala Bugis.
  2. Untuk mengetahui prospek pemasaran Kanse Ala Ogi.
  3. Untuk mengetahui presentase kelayakan Kanse Ala Ogi sebagai makanan khas ala Bugis.

D. LUARAN YANG DIHARAPKAN

  1. Menghasilkan Kanse Ala Ogi sebagai makanan khas ala Bugis yang bergizi tinggi dan bernilai profit.
  2. Terbentunya peluang usaha baru bagi mahasiswa sebagai upaya penanggulangan pengangguran terdidik.
  3. Terbentuknya jiwa kemandirian dan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa.

E. KEGUNAAN PROGRAM

  1. Bagi mahasiswa yaitu sebagai wadah untuk berwirausaha dalam pembentukan jiwa kemandirian.
  2. Bagi masyarakat yaitu memberikan keterampilan dalam pengelolahan beras secara sederhana sehingga menghasilkan makanan khas Kanse Ala Ogi yang benilai profit.
  3. Bagi pemerintah yaitu dengan adanya program ini maka maka akan mengurangi beban pemerintah dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat sehingga menguangi pengangguran.
  4. Pembuatan Kanse Ala Ogi sebagai upaya pelestarian makanan khas ala bugis

BAB 2

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Dalam gambaran umum rencana usaha ini akan dilakukan analisa proses pemasaran, target pasar produk yang dihasilkan, dan strategi pemasaran yang dilaksanakan untuk melakukan persaingan pasar.

  • Segmentasi

Dalam melaksanakan usaha, perlu diketahui segmen yang akan dibidik, sehingga dilakukan strategi pemasaran yang tepat. Untuk Kanse Ala Ogi segmen pasar yang dibidik yaitu mahasiswa, masyarakat kota Makassar, dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kalangan tersebut memiliki kemampuan dan kebiasaan untuk mengkomsumsi makanan yang unik tapi tetap mengarah kepada pola hidup sehat.

  • Positioning

Positioning yang baik dapat membantu terwujudnya peningkatan kualitas usaha. Untuk usaha Kanse Ala Ogi kami memposisikan ini sebagai kedai yang mengolah beras menjadi Kanse yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Dengan adanya manfaat-manfaat positif tersebut maka komsumen akan memiliki rumah jagung sebagai tempat alternative pemenuhan kebutuhan pangan.

  • Diferensiasi

Dengan adanya deferensiasi produk, maka produk kami akam memiliki ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan usaha rumahan lainnya yang telah ada di pasaran. Kondisi yang ada di pasaran khususnya di Makassar yaitu secara umum beras diolah menjadi nasi kuning atau nasi campur sebagai peluang usaha. Hal ini akan menambah nilai dari usaha tersebut, yaitu konsumen lebih tertarik untuk mengunjungi usaha ini karena berbeda dari yang lainnya.

  • Targetting

Target pemasaran kami yaitu dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, masyarakat umum, dan wisatawan yang berkunjunng di Makassar. Melalui usaha ini target pemasaran yang mengarah pada semua kalangan masyarakat ditargetkan menjadi usaha rumahan yang memiliki tingkat konsumen yang cukup banyak dengan jumlah produk olahan yang dihasilkan mengalami peningkatan produksi setiap bulannya.

  • Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran kami merupakan kelanjutan dari segmentasi, positioning, dan diferensiasi yang telah dirumuskan diatas. Dalam strategi pemasaran kami menerapkan marketing mix yang dikenalkan oleh Jerome McCarthy. Marketing mix yang dikenal dengan konsep product, price, place, dan promotion (4P). Hal ini dilakukan karena teori ini sering dipakai dalam bisang pemasaran. Marketing mix dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu penawaran berupa product dan price, serta akses yang berupa place dan promotion.

  • Penawaran

Product

Olahan dari beras yang kami produksi yaitu Kanre Santang (Nasi dengan santan) yang dipadukan dengan berbagai lauk pauk yang begitu nikmat seperti bale cakalang jenno (ikan goring cakalang) dan atau nasu pelekko (daging bebek yang diiris kecil-kecil). Selain itu, untuk menarik pelanggan maka kami memberikan secangkir teh panas secara gratis sehingga lebih menambah selera makan.

Price

Harga adalah hal mendasar dalam sebuah usaha. Harga atau price adalah sebuah nilai dari produk yang ditawarkan kepada konsumen. Price juga dilihat beradasarkan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang menyertainya. Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi ditambah dengan marjin keuntungan yang akan kita ambil. Melainkan sebuah nilai yang mencerminkan value proposition. Berdasarkan hal tersebut, untuk menetapkan harga seporsi kanse maka lakukan berbagai pertimbangan yaitu sebesar Rp8.000,-.

  • Akses

Place

Tempat usaha berada pada lokasi yang strategis dan memiliki akses yang cukup mudah dijangkau oleh masyarakat sehingga proses pemasan dapat berjalan dengan lancar. Adapun lokasi usaha produk kanse ini akan dilakukan pada sebuah kedai yang terletak di pinggir jalan Mellengkeri depan Kampus UNM Parangtambung, Makassar. Tempat ini begitu strategis karena berdekatan dengan kampus dan tempat lalu lalang masyarakat.

Promotion

Pemasaran yang baik tidak hanya sekedar memasarkan produk yang bagus, menetapkan harga yang menarik dan membuat produk itu terjangkau oleh konsumen sasaran. Produsen juga harus berkomunikasi dengan konsumen mereka. Setiap produsen tidak bisa melepaskan diri sebagai komunikator dan promotor. Promosi dilakukan dengan menyebarkan pamflet, menyebar sms yang ada di kontak-kontak kami, dan melalui media social srta selalu membicarakan usaha kami kepada orang-orang (world of mouth).

Anlisis Biaya Usaha

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar biaya yang diperlukan jika usaha ini dijalankan serta mengetahui waktu yang diperlukan sampai terjadi titik impas (Break Even Point). Sebelumnya, berikut ini rencana pembelian alat dan bahan:

Bahan

Tabel 1. Daftar harga bahan

No Nama Bahan Satuan Harga satuan Harga Total Bentuk
1 Beras 25 Rp8.000,- Rp200.000,- kilogram
2 kelapa 10 Rp5.000,- Rp50.000,- buah
3 garam 10 Rp2.000,- Rp20.000,- buah
4 bebek 6 Rp50.000,- Rp300.000,- ekor
5 Ikan tongkol 5 Rp30.000,- Rp150.000,- Kilogram
6 Bumbu Masak Rp300.000,- Rp300.000,-
TOTAL Rp1.020.000
  1. Alat

Tabel 1. Daftar harga alat

No Nama Bahan Satuan Harga satuan Harga Total Bentuk
1 Kompor gas 1 Rp475.000,- Rp475.000,- Rinnai
2 Wajan 2 Rp60.000,- Rp120.000,- StainlessStell
3 Panci kukusan 2 Rp70.000,- Rp140.000,- StainlessStell
4 Sodet 2 Rp25.000,- Rp50.000,- StainlessStell
5 Timbangan 1 Rp50.000,- Rp50.000,- Baik
6 Baskom besar 3 Rp40.000,- Rp120.000,- Plastik
7 Baskom kecil 4 Rp8.000,- Rp36.000,- Plastik
8 Kotak nasi 750 Rp500,- Rp375.000,- Plastik
9 Penghalus

kelapa goreng

2 30.000 60.000 Plastik
10 Baki 5 Rp20.000,- Rp100.000,- StainlessStell
11 Nampan kecil 5 Rp10.000,- Rp50.000,- Plastik
12 Nampan Besar 3 Rp25.000,- Rp75.000,- Plastik
13 Tabung Gas 2 Rp150.000,- Rp300.000,- Baik
14 Pabrik kelapa kecil 1 Rp100,000,- Rp100,000,- Baik
15 Modem 1 Rp250.000,- Rp250.000,- Baik
16 Pisau 3 Rp6.000,- Rp18.000,- Baik
17 Blender 1 Rp250.000,- Rp250.000,- Baik
TOTAL Rp2.569.000,-

Break Even Point (BEP)

  1. Biaya Tetap Total setiap bulan (fixed coast)=
  • Modal Inventaris = 569.000,-
  • Biaya tetap:

Akomodasi                       =Rp750.000,-

Transportasi                      = Rp600.000,-

Total                                 = Rp1.350.000,-

  1. Total Biaya tidak tetap 020.000
  2. Perhitungan titik pulang pokok (Po dan Po)

Modal inventaris (M)            Rp2.569.000,-

Biaya tetap (T)                       Rp1.350.000,-

Biaya tidak tetap (V)             Rp1.020.000,-

Hasil Penjualan (R)               Rp1.600.000,-

Harga jual (S)                        Rp8.000,-

Produksi (P)                           200 porsi

  1. V1=v/p=1.020.000/200=5100
  2. P0=T/s-v1=1.350.000/8.000-5100=465,5
  3. R0=P0XS

=465,5X8.000

=3.724.000

  1. Perhitungan rugi laba

Penjualan                                      = Rp1.600.000,-

Biaya-biaya

Biaya tetap (T)                           =Rp1.350.000,

Biaya tidak tetap (V)                 =Rp1.020.000,-

Total                                          =Rp2.370.000,-

Laba penjualan                             =Rp3.724.000,-

Modal inventaris              = Rp2.569.000,-

Laba keseluruhan                      =Rp6.293.000,-

  1. Perhitungan presentase laba

X% =R-(T-V)/M+(T-V)X100%

=1.600.000-(1.350.000-1.020.000)/ 2.569.000+(1.350.000+1.020.000)X100%

=1.600.000-(330000)+ /2.569.000+2370000X100%

=1270000/4939000X100%

=25,7%

  1. presentase kelayakan usaha

X%Laba>bunga bank+resiko

25,7%>0+25%

Melihat presentase laba yang lebih besar dari resiko, maka usaha ini sangat layak untuk dilaksanakan.

BAB 3

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan program Kanse Ala Ogi ini terdiri atas empat tahap, yakni:

  1. Persiapan

Sebelum usaha dimulai, langkah awal yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan usaha. Hal tersebut dilakukan karena alat dan bahan merupakan aspek penting dalam pelaksanaan usaha.

  1. Promosi Usaha

Promosi usaha yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media sosial (facebook, twitter, blog, dll.). Selain itu akan dilakukan pula penyebaran brosur. Media sms juga akan digunakan begitu pula dengan senantiasa membicarakan Kanse Ala Ogi (world of mouth).

  1. Pelaksanaan Usaha

Pelaksanaan usaha akan dimulai bersamaan dengan tahapan promosi, demi kelancaran usaha kami tanpa menganggu kuliah kami maka dari itu setiap elemen dalam usaha ini akan memiliki jadwal untuk mengelola dan menjalankan usaha ini.

  1. Penyusunan Laporan

Laporan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap dana yang digunakan dalam pelaksanaan usaha.

BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

  1. BIAYA KEGIATAN

Biaya yang dibutuhkan adalah Rp rincian sebagai berikut:

Tabel 3. Rancangan Biaya

No Jenis Harga Satuan Jumlah Harga Total
PERALATAN PENUNJANG PKM
1   17 Rp2.569.000,-
No Jenis Harga Satuan Jumlah Harga Total
BAHAN HABIS PAKAI
1   6 Rp1.020.000
No Jenis Harga Satuan Jumlah Harga Total
BIAYA PERJALANAN
1 Biaya Perjalanan ke berbagai tempat untuk membeli bahan dan alat serta promosi Rp200.000,- 3 orang Rp 600.000,-
Jumlah Rp600.000,-
No Jenis Harga Satuan Jumlah Harga Total
BIAYA LAIN-LAIN
1 Cetak Brosur 100 eks @Rp2.000,- Rp200.000,-
2 X-Banner Satu Rp150.000,- Rp150.000,-
3 Cetak Pamflet 1000 eks @Rp500,- Rp500.000,-
4 Sewa tempat (4 bulan) Rp3.000.000,- 1 Rp3.000.000,-
5 Air dan listrik Rp50.000,- sebulan Rp50.000,-
6 Pembuatan laporan hasil 5 Rp52.200,- Rp261.000
Jumlah Rp4.161.000,-
TOTAL BIAYA REKAPITULASI
No Jenis Total
1 Peralatan Penunjang PKM Rp2.569.000,-
2 Bahan Habis Pakai Rp1.020.000
3 Biaya Perjalanan Rp600.000,-
4 Biaya Lain-Lain Rp4.161.000,-
TOTAL BIAYA YANG DIBUTUHKAN Rp8.350.000,-
Terbilang: Delapan Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu
  1. JADWAL KEGIATAN

Tabel 4. Jadwal Kegiatan Usaha

Kegiatan   Bulan
Ke – 1 Ke – 2 Ke – 3 Ke – 4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan Alat dan Bahan                            
Promosi Usaha          
Pelaksanaan Usaha            
Penyusunan Laporan                              
Penyerahan Laporan Akhir                              

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s