MENYOAL: GERAKAN INDONESIA GEMAR MENGHAFAL (Metode Thaif Metode menghafal Alquran dari Kerajaan Arab Saudi)

Keutamaan seorang penghafal Al Qur’an begitu banyak di sisi Allah. Layaknya sebuah rembulan, ia nampak begitu elok dan terang benderang dibandingkan sekumpulan bintang di kegelapan malam. Ia menjadi manusia pilihan yang memiliki keutamaan-keutamaan khusus di sisi Sang Penciptanya. Al Qur’an akan mendatanginya dan menjadi syafaat baginya sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, “bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim)

Continue reading

REFERENSI HIDUP: ANTARA PEMUDA, SEJARAH, DAN BUDAYA LITERASI

“Bukanlah disebut pemuda

Ia yang berkata inilah ayahku

Tetapi adalah pemuda

Ia yang berkata, inilah diriku”

(‘Ali bin Abi Thalib, ra)

Sejenak, marilah kita tinggalkan panggung politik dan segala kekisruannya. Sebuah panggung yang selalu saja menghembuskan perbedaan pendapat dan membuat keujujuran seakan sulit diungkapkan. Panggung yang sebagian orang mengatakan bahwa tak ada teman sejati dan musuh sejati dalam panggung tersebut, yang ada hanya sebuah pertalian karena berisi ikatan kepentingan. Panggung sandiwara yang sebagian rakyat menaruh harapan di hati dan lidah mereka sebagai pemain di panggung politik tersebut. Takkah pernah terlintas di pikiran kita mengenai kondisi pemuda saat ini yang seakan hilang dari kamus kehidupan karena sapuan banjir serta harus deras aliran politik? Lalu, mengapa kita harus mencurahkan sebagian perhatian kita kepada pemuda dalam kondisi saat ini (selain politik dan segala kekisruannya)? Continue reading

Contoh Pidato/Ceramah Islami: IBU YANG LUAR BIASA

alhamdulillaah wasshalatu wassalamu ‘alaa Rasulillaah,

Saudaraku yang semoga dimuliakan oleh Allah,

Dia bangun di pagi buta mempersiapkan segalanya sebelum aku bangun. Bangun sebelum aku bangun dan membangunkanku untuk menghadap Rabbku. Ia kemudian mempersiapkan makanan kesukaanku dan susu putih manis yang terbuat dari lemak nabati di atas nampan bercorak bunga melati. Kemudian ia memberikanku beberapa buah nasehat sebelum aku pergi menuntut ilmu. Nasehat yang selalu menyirami dan memupuk hatiku. Sambil menasehati ia mengelus kepalaku dan memanjakanku. Dia seakan-akan menganggapku malaikat kecilnya dan aku pun senang akan hal itu. Aku rasa ibuku adalah orang yang paling luar biasa. Continue reading

Contoh Pidato/Cerama Islami: Cara Mencintai Rasulullaah yang Sebenarnya (Seri Cinta Rasul)

“Kericuhan ini terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad saw di Balla Lompoa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2015) siang. Ratusan warga yang tidak sabar menunggu hingga berakhirnya acara, langsung menyerbu dan berebut gunungan yang berisi telur dan hasil bumi. Akibatnya, tak sedikit anak-anak dan ibu-ibu yang berebut terjatuh dan terinjak oleh warga. Bahkan, beberapa di antara petugas pun ikut berebut di tengah-tengah warga.” (Makassarterkini.com.)

Jama’ah yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla

Peristiwa di atas merupakan bagian dari sekelumit kisah memilukan yang terjadi di bulan ini. Telah menjadi tradisi bahwa Rabiul Awal -bertepatan dengan bulan Januari- sebagai bulan kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan bulan bagi sebagian umat Islam untuk mengejawantahkan rasa cintanya kepada beliau. Dari satu masjid hingga masjid lainnya terdengar keramain dan suara selawatan yang menggemparkan alam. Pembuktian cinta tersebut berupa perayaan maulid dengan berbagai variasi bentuk cinta di dalamnya. Continue reading

METODE-METODE PEMBELAJARAN: METODE INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR INDIVIDU

A. Metode Interaksi Belajar Mengajar Individu

Pendidikan dapat dirumuskan dari sudut normatif, karena pendidikan menurut hakikatnya memang sebagai suatu peristiwa yang memiliki norma. Artinya bahwa dalam peristiwa pendidikan, pendidin (pengajar/guru) dan anak didik (siswa) berpegang pada ukuran, norma hidup, pandangan terhadap individu dan masyarakat, nilai-nilai moral, kesusilaan yang semuanya merupakan sumber norma didalam pendidikan. Continue reading

Jadi, Bank Syariah itu Tidak Benar-Benar Sesuai Syariah ya?

Catatanku

Sejak bank syariah berkembang pesat di tanah air, saya sudah memindahkan semua rekening saya dari bank konvensional ke bank syariah. Kecuali satu rekening yang tidak saya pindahkan, yaitu rekening Bank BN*, karena semua transfer honor maupun gaji dari ITB “harus” dilakukan melalui bank BN* tersebut karena ada MOU antara ITB dan Bank BN*.

Alasan saya membuka rekening di bank syariah adalah untuk mendapatkan ketentraman secara ruhani, sebab bank syariah tidak menggunakan sistem ribawi dalam operasionalnya, yaitu sistem bunga uang yang diharamkan oleh agama. “Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (Qs.Al Baqarah:275). Saya yakin Anda semua sudah faham tentang riba atau rente. Misalnya anda meminjam Rp1000 kepada seseorang atau kepada bank, lalu orang atau bank tersebut mewajibkan Anda mengembalikannya sebesar Rp1100, maka Rp100 kelebihannya itu adalah riba, sesuatu yang sudah diharamkan oleh agama.

Awal mula saya menabung atau menyimpan deposito di bank syariah tentu saja dengan keyakinan seperti…

View original post 726 more words

Contoh Karya Tulis Program Kreatifitas Mahasiswa (Kewirausahaan-PKMK): “Kanse Ogi”

RINGKASAN

Kanse ogi (kanre santang ala bugis) adalah makanan khas bugis yang berada di Sulawesi Selatan. Ide usaha ini muncul karena masyarakat Makassar tidak melihat peluang untuk menjadi kanse ini sebagai peluang usaha yang menghasilkan profit yang besar. Oleh karena itu, proses pengolahan beras menjadi produk seperti kanse yang cukup sederhana kami tangkap sebagi potensi peluang usaha yang benilai profit tinggi sekaligus sebagai industri rumah tangga yang memiliki nilai gizi tinggi. Ada empat tahap dalam melaksanakan ide usaha ini yaitu: tahap persiapan; promosi usaha; pelaksanaan usaha; dan penyusunan laporan. Melihat presentase kelayakan usaha, maka usaha Kanse Ogi ini layak untuk dijalankan. Continue reading

Perbedaan Antara RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kurikulum 2006 dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kurikulum 2013

Berikut adalah beberapa perbedaan antara RPP kurikulum 2006 dan RPP kurikulum 2013

  1. Pada identitas rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), Kurikulum 2013 sudah tidak memasukkan lagi standar kompetensi (SK) seperti yang ada pada  kurikulum 2006.
  2. Adanya tambahan item tema dan subtema pada identitas RPP.
  3. Pada Kurikulum 2006, kompetensi dasar (KD) dan indicator berdiri sendiri. Sedangkan pada kurikulum 2013, KD digabung dengan indicator.
  4. KD, indicator, dan tujuan pembelajaran dimodifikasi dala kurikulum baru sehingga ketiganya juga terkait dengan pencapaian peserta didik dalam hal karakter.
  5. Dalam hal langkah-langkah pembelajaran pun juga terjadi modifikasi dalam kurikulum 2013. Kegiatan awal, inti, dan akhir semuanya dimasukkan elemen-elemen karakter. Khusus pada kegiatan ini, dalam kurikulum 2006 terbagi atas tiga tahap, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Sedangkan pada kurikulum baru terbagi menjadi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring yang bermula dari pedekatan saintifik (ilmiah) dan kontekstual sebagai sarana untuk memeroleh kemampuan kreatifitas siswa.
  6. Pada lembar penilaian. Kurikulum 2013 mencantumkan khusus item lembar pengamatan sikap pada bentuk instrumennya dan juga pengamtan sikap sebagai bentuknya tidak seperti kurikulum lama yang mencampurnya dalam penilaian proses dan hasil. Ini adalah realisasi kurikulum baru yang menekankan pendidikan akhlak (karakter) sehingga teknik penilaian dan bentuk instrumen mengalami modifikasi sehingga dapat mengembangkan dan/atau mengukur perkembangan karakter
  7. Dll.

Continue reading

Contoh Cerpen Islami 2013: TITAH DARI IBU

Siang itu sungguh terik. Gelombang angin pantai yang panas datang berturut-turut menampar setiap wajah letih di jazirah Makassar. Yah, hari yang memang meletihkan bagi orang yang senantiasa mengejar dunia. Mengejar akan kepopuleran, kekayaan, jabatan, dan pasangan. Namun  tidak untuk seorang pemuda yang satu ini. Continue reading